 |
 |
 |
| |
|
Jumlah Pengunjung |
 | Today | 120 |  | Yesterday | 421 |  | This week | 120 |  | This month | 2424 |  | All | 166478 |
|
|
|
 |
|
 |
|
|
 |
|
 |
| |
Home
|
Prosedur Bantuan Hukum akan Dipermudah |
|
Ditulis Oleh Maryanto, S.Kom.
|
|
Saturday, 14 June 2014 |
|
Jakarta l badilag.net Ditjen Badilag terus mematangkan draft Pedoman Bantuan Hukum di lingkungan peradilan Agama. Diharapkan, selain rinci dan aplikatif, pedoman tersebut juga betul-betul membawa kemanfaatan bagi masyarakat pencari keadilan.
“Pada prinsipnya, kami ingin agar segenap lapisan masyarakat mendapatkan bantuan hukum sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Peradilan Agama dan Inpres Nomor 3 Tahun 2010,” kata Dirjen Badilag, Wahyu Widana, pekan kemarin. Draft Pedoman Bantuan Hukum ini tidak hanya mengatur tata cara berperkara secara prodeo, tetapi juga merinci mekanisme sidang keliling dan pos bantuan hukum di pengadilan. Di samping itu, pedoman ini juga mengatur beberapa aspek penting yang berkaitan dengan bantuan hukum. Sejauh ini, draft tersebut telah dibahas dalam beberapa pertemuan. Pekan kemarin, tiga kali draft ini dikupas. Yang pertama ialah ketika Ditjen Badilag mengadakan rapat koordinasi dengan pimpinan PTA/MsyP. Rapat koordinasi tersebut dihadiri pula Ketua Muda Uldilag MA, Andi Syamsu Alam. Pembahasan berikutnya melibatkan perwakilan Ditjen Badilum, Bappenas dan AIJPT (Indonesia Australia Justice Program-Transition). Lalu, tim internal Badilag mengupasnya kembali, dengan penekanan pada dua aspek penting: teknis yustisial dan anggaran. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Pembuatan Gugatan dan Justice for The Poor |
|
Ditulis Oleh Maryanto, S.Kom.
|
|
Monday, 12 April 2010 |
| Pembuatan Gugatan dan Justice for The Poor (9/4) | | | | | Dimuat oleh Hermansyah | | Friday, 09 April 2010 | | Solusi itu Bernama Bantuan Hukum Gratis JUSTICE SEEKER. Sebagian besar mereka tergolong masyarakat miskin. Mereka butuh bantuan hukum.
Romlah—bukan nama sebenarnya—tampak kebingungan. Warga Cilacap ini hendak mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya, namun dia tidak bisa membuat gugatan. Semula dia meminta bantuan petugas pengadilan, namun pihak pengadilan menampiknya. Alasannya, pengadilan dilarang membuatkan gugatan. “Mereka menyuruh saya untuk minta bantuan pengacara atau LBH (Lembaga Bantuan Hukum—red) di sekitar sini,” kata wanita berusia 30-an ini kepada badilag.net yang menemuinya akhir bulan lalu, di PA Cilacap. Romlah menuruti saran pihak pengadilan. Dia melangkahkan kakinya menuju sebuah LBH yang terletak persis di samping kanan gedung PA Cilacap. Berdasarkan informasi yang diterimanya, meminta bantuan LBH jauh lebih murah daripada menggunakan jasa pengacara. Untuk pembuatan gugatan, pihak LBH mematok tarif Rp150 ribu. | |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Penutupan Raker Ditjen Badilag 2010 | (11/2) |
|
Ditulis Oleh Maryanto, S.Kom.
|
|
Wednesday, 10 February 2010 |
|
Diperlukan Breakthrough untuk Melakukan Perubahan Besar
 Direktur Pembinaan Administrasi PA, Hidayatullah MS (kiri) menerima hasil rumusan Raker dari Panitia Raker, Endra Jumhana, Kabag Ortala Ditjen Badilag.
Bandung | badilag.net (11/2) Diperlukan kekuatan besar untuk menembus dinding-dinding mitos anti perubahan. Perubahan besar harus dilakukan dengan kekuatan besar yang disebut breakthrough (terobosan). Breakthrough juga berarti menjebol dengan tenaga super kuat. Dan ini harus diawali oleh pemimpin karena mereka punya kekuasaan (the art of possibility) sementara anak buah hanya mempunyai scenario (the art of probability). Itulah yang ditegaskan oleh Biakman Irbansyah, MBA, Chief of Rumah Perubahan, ketika menyampaikan materi “Membangun Semangat Perubahan Berbasiskan Keselarasan Tim dan Organisasi” pada Rabu (10/2) sebelum sesi penutupan Raker Ditjen Badilag yang berlangsung sejak Senin (8/2) kemarin. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Tuada Pembinaan Buka Raker Ditjen Badilag Tahun 2010 |
|
Ditulis Oleh Maryanto, S.Kom.
|
|
Tuesday, 09 February 2010 |
|
Tuada Pembinaan Buka Raker Ditjen Badilag Tahun 2010 “Think Globally, Act Locally, Start from small things”

Ketua Muda Pembinaan, Widayatno Sastro Hardjono (tengah) ketika memberikan pengarahan sebelum membuka secara resmi Raker Ditjen Badilag 2010. Bandung | badilag.net (8/2) Ketua Muda Mahkamah Agung RI, Widayatno Sastro Hardjono, secara resmi membuka Rapat Kerja Ditjen Badilag tahun 2010 pada Senin malam (8/2) di Bandung. Raker yang direncanakan berlangsung sampai Kamis (11/2) ini diikuti oleh 64 peserta yang terdiri pejabat eselon I, II, III dan IV serta para staff . Dalam sambutannya Tuada Bin menekankan pencapaian visi Mahkamah Agung yakni tercapainya badan peradilan Indonesia yang agung. “Jika ada niat, kemauan, kemampuan dan keikhlasan, maka visi Mahkamah Agung tersebut akan bisa segera tercapai bahkan sebelum Blueprint jangka menengah tahun 2025 berakhir,” ungkap Widayatno.
|
|
Selengkapnya...
|
|
| | << Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 Berikutnya > Akhir >>
| | Hasil 6 - 10 dari 17 |
|
|
 |
|
 |
|
|
|